Pendidikan

Muhaimin Menilai "Full Day School" Ganggu Tradisi Pendidikan Nahdliyin

Jumat, 25 Agustus 2017 - 09:34:47 WIB | dibaca: 9155 pembaca
bagikan berita

Muhaimin Menilai "Full Day School" Ganggu Tradisi Pendidikan Nahdliyin.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan, warga Nahdliyin, massa Nahdlatul Ulama yang menjadi basis massa PKB, menolak keras kebijakan sekolah lima hari atau full day school yang diterapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy.

Menurut Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, kebijakan yang diterapkan dengan paksaan tersebut sangat berbahaya dan dapat mengganggu pendidikan yang dibangun para kiai dan ulama yang sudah menjadi tradisi, seperti madrasah diniyah atau pondok pesantren.

"Kami semua warga Nahdliyin menolak keras full day school (sekolah lima hari)," kata Cak Imin, di Jakarta, Senin (7/8/2017).

"Kami menolak keras pemaksaan dan penyeragaman Mendikbud melalui full day school yang akan memberangus dan merusak bangunan tradisi yang sudah ada berabad-abad di Indonesia," ujar dia.

Cak Imin mengatakan, sejumlah sekolah di Jawa Tengah yang sudah menerapkan kebijakan ini, menjadi perhatian para kiai dan ulama. Cak Imin mengklaim bahwa para kiai dan ulama resah dengan kebijakan Muhadjir Effendy tersebut.

Dengan adanya program itu, maka dikhawatirkan para siswa tidak lagi bisa mengikuti pendidikan di madrasah diniyah, yang berjalan di luar jam sekolah.

Menurut Cak Imin, dia telah beberapa kali bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo, menyampaikan keresahan para kiai dan ulama atas kebijakan ini. Menurut Cak Imin, Presiden selalu menyanggupi untuk melakukan kajian ulang.

"Saya optimistis akan didengar. Dan Kemendikbud tidak mengeneralisasi kebijakan ini di seluruh tempat," kata Cak Imin.

Dalam kesempatan sama, Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, telah banyak kajian yang menyebutkan kebijakan sekolah lima hari berdampak terhadap menurunnya aktivitas belajar mengajar di madrasah diniyah dan pondok pesantren.

Namun, Karding tidak menjelaskan lebih lanjut kajian mana saja yang dimaksud.

(Baca juga: "Full Day School" Dinilai Menambah Beban Ekonomi Orangtua Siswa)

Karding hanya mengatakan bahwa peran santri, ulama, madrasah diniyah dan pondok pesantren tidak terbantahkan lagi.

"Buktinya pemerintah mengakui Hari Santri," ucap Karding.

Menurut Karding, peran madrasah diniyah dan pondok pesantren adalah untuk pendidikan karakter. Dia khawatir adanya kebijakan sekolah lima hari justru bertentangan dengan upaya pembangunan karakter.

Selain itu, Karding juga tidak ingin jumlah para santri semakin menyusut. Saat ini, kata dia, ada sekitar 9 juta santri, 7 juta madrasah, dan 8 juta murid TPA.

"Mudah-mudahan bisa mendorong pemerintah mendengar aspirasi dari rakyat untuk mencabut kebijakan Kemendikbud," ucap Karding.



Video Terkait:









Komentar Via Website : 768
bikin baju kaos di jakarta
24 April 2018 - 11:06:32 WIB
pantas saja banyak peminat di website ini karna arikel nya yang sangat beragam
bikin kaos di jakarta selatan
25 April 2018 - 14:30:38 WIB
lebih rajin lagi update artikel nya semangat
bikin kaos murah jakarta
26 April 2018 - 14:29:56 WIB
terimakasih sangat bermanfaat dan menambah wawasan
bikin kaos partai murah di jakarta
27 April 2018 - 13:31:53 WIB
terimkasih artikel ini sangat membantu
bikin kaos sablon murah di jakarta
28 April 2018 - 13:16:54 WIB
web site yang sangat menarik dan banyak artikel yang informatif
distributor baju atasan wanita online
07 Mei 2018 - 11:50:00 WIB
sangat banyak kemajuan dari sebelumnya semangat terus
toko baju couple online
09 Mei 2018 - 09:49:17 WIB
Terimakasih atas informasinya yang bermanfaat ini semoga pembaca sangat kagum atas artikelnya
distributor baju anak online
09 Mei 2018 - 10:56:54 WIB
terimkasih atas informasi yang di berikan selama ini
distributor baju anak online
09 Mei 2018 - 10:57:22 WIB
terimkasih atas informasi yang di berikan selama ini
distributor dress online
11 Mei 2018 - 10:21:50 WIB
artikel yang sangat mudah di pahami

Isi Komentar :

Nama

Email

Komentar



(Masukkan 6 kode diatas)